Tampilkan postingan dengan label SOSIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL BUDAYA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2013

SBY Dianugerahi Gelar "Tutuha Banua Nang Batuah"

Posted by http://smpngalis2.blogspot.com/ | 10.29 Categories:


Kamis, 24 Oktober 2013 10:00 WIB

Banjarmasin, (tvOne)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat anugerah gelar adat Banjar tertinggi "Tutuha Banua Nang Batuah" yang berarti orang yang dituakan, yang memiliki pengaruh, berwibawa, dan dihormati masyarakat, dari Lembaga Budaya Banjar. Penganugerahan tersebut dilangsungkan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (24/10), sebagai salah satu rangkaian acara pembukaan Kongres Budaya Banjar ke III.

Penganugerahan gelar adat tersebut dilaksanakan dalam prosesi upacara yang diiringi dengan Maulid Habsy, musik tradisional dengan menggunakan rebana dan diikuti nyanyian berupa pemujaan kepada yang maha kuasa. Ketua Lembaga Adat Suryansyah Idham secara langung memimpin anugerah gelar tersebut dengan memakaikan selendang Tali Wanang ke Presiden Yudhoyono.

Presiden dalam sambutannya seusai pemberian gelar tersebut mengatakan, dirinya berterima kasih atas gelar yang dianugerahkan kepadanya. "Anugerah gelar budaya Banjar ini pada hakekatnya saya persembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Insya Allah anugerah gelar yang luar biasa ini dapat mendorong semangat dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat bangsa dan negara," kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan agar masyarakat Banjar memelihara budaya dan adat istiadat sebagai jati diri bangsa. Presiden menutup sambutannya dengan sebuah pantun. "Bunga selasiah yang tumbuh di tanah datar tak pernah layu. Terima kasih saudara-saudara masyarakat Banjar, thank you," kata Presiden disambut derai tawa para hadirin.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dalam sambutannya mengatakan, "Gelar tersebut diberikan kepada orang terpilih yang dinilai yang dianggap behasil atau berjasa yang mampu menenteramkan masyarakat sehingga menjadi inspirasi kehidupan." Ia menambahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai telah mampu dan berjasa dalam menjadikan masyarakat hidup tentram dan menjadi inspirasi.

Ia berharap gelar kehormatan yang diterima Presiden dapat berdampak kepada kehidupan masyarakat dalam menjaga dan memelihara perdamaian dan toleransi. (Ant)
http://sosialbudaya.tvonenews.tv/berita/view/76068/2013/10/24/sby_dianugerahi_gelar_tutuha_banua_nang_batuah.tvOne

Hadiri Kirab Budaya, Menteri PDT Naik Reog Singo Dwijo Manduro Galis

Posted by http://smpngalis2.blogspot.com/ | 10.01 Categories:
Penghormatan Masyarakat Bangkalan Kepada Men-PDT | Oleh : Aryan


Menteri Pembangunan Desa Tertinggal A. Helmy Faishal Zainisaat naik Reog Singo Dwijo Manduro-foto : Aryan/MC.com.


Maduracorner.com,Bangkalan- Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) A Helmy Faishal Zaini mendapat kehormatan naik reog Singo Dwijo Manduro dari Kecamatan Galis dalam kirab Budaya peringatan Hari Jadi Bangkalan ke – 482. Saat naik ke atasReog Singo Dwijo Mandoro Men-PDT naik dengan santai seraya melambaikan tangan kepada ratusan warga yang menonton acara tersebut.

“Awalnya reog merupakan kesenian tradisional khas daerah Ponorogo Jatim, namun sekarang telah berkembang ke seluruh nusantara termasuk di pulau Madura. Sedangkan latar belakang berkembangnya Reog di Kecamatan Galis inidiinspirasi oleh para guru SD Inpres yang berasal dari Jatim pada tahun 80-an untuk mengusir rasa rindu keluarga di rantau sekaligus ingin melestarikan budaya nasional,” terang Camat Galis, Budiono, Kamis,(24/10).

Dijelaskan dia, dalam kesenian tradisional Reog selalu disertai kelompok penari Jatilan yang gagah dan satria, selain itu juga adawarok sebagai sesepuh yang sakti dengan senjata khasnya berupa tali atau disebut juga kolor. Sementara tetabuhan yang mengiringi terdiri dari irama perpaduan yang berlainan antara suara kendang, kempul, dan dua kenong yang berirama pelog serta selompret atau seronen yang berirama selendro. Sehingga bisa menghasilkan irama musik yang berkesan magis dan membakar semangat.

“Tokoh utama Reog ini adalah Singo Barong sedangkan penari dan pembawa Singo Barong dikenal kuat dan mengerti caramemainkannya. Sedangkan Bujang Ganong adalah penari yang memakai topeng dan dapat menari dengan lincah,” pungkas Budiono. (yan/min).
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube